Ruly Redhani, salah satu fasilitator, mengapresiasi semangat peserta. “Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan sangat baik dan lancar. Respon peserta sangat positif, terlihat dari antusiasme mereka dalam diskusi. Setiap segmen, mulai dari tahapan pemilu, demokrasi, hingga penanganan hoax, berhasil memberikan wawasan yang berharga kepada semua peserta,” jelasnya.
Salah satu peserta, Ratna Liawati, saat ditanyakan mengaku mendapat kesan yang positif dari kegiatan yang diselenggarakan Mafindo ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami kalangan muda. Saya mendapatkan banyak ilmu baru tentang demokrasi, pemilu, dan cara memilah hoax. Materi disampaikan dengan sangat baik, terutama karena metode diskusi kelompok yang membuat kami lebih aktif terlibat,” ujarnya.
Ratna Liawati juga menyampaikan pentingnya sesi praktek yang dilakukan. “Praktik penyampaian berita dari ujung ke ujung tadi sangat seru. Kami belajar langsung tentang bagaimana hoax bisa menyebar dan cara mengidentifikasinya. Kami juga membahas sanksi-sanksi terkait penyebaran berita hoax, serta bagaimana mencari informasi yang terpercaya,” tambahnya.

Tidak hanya Ratna Liawati, peserta lain, juga mengungkapkan hal serupa. Menurut mereka, kegiatan ini memberikan pandangan baru tentang cara menyaring informasi, belajar bagaimana memilah antara berita hoax atau fitnah. “Informasi yang saya dapatkan sangat bermanfaat, dan saya bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat menyaring berita yang saya terima dari media sosial,” ujar peserta lainnya.
Kegiatan Sekolah Kebangsaan merupakan bagian dari rangkaian program literasi yang digagas oleh MAFINDO dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial. Kegiatan ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan yang komprehensif tentang demokrasi dan literasi digital. (rilis)







