“Solusinya dipasang penerangan. Kemudian ada kendaraan untuk mengantar keluarga pasien ketika akan mengambil persediaan darah di sana,” kata Maryam.
Menurutnya, penyediaan fasilitas pendukung tersebut penting agar keluarga pasien mendapatkan kemudahan akses sekaligus merasa lebih aman ketika harus menuju lokasi penyimpanan darah.
Ia berharap keluhan masyarakat tidak hanya menjadi catatan, tetapi ditindaklanjuti melalui evaluasi dan langkah perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan rumah sakit.
Selain meninjau lokasi penyimpanan darah, Maryam juga melihat kondisi Unit Gawat Darurat (UGD) serta lingkungan rumah sakit pada malam hari.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti perlunya penataan kebersihan dan peningkatan pencahayaan di sejumlah area rumah sakit.
Menurutnya, lingkungan yang bersih, terang, dan mudah diakses merupakan bagian penting dalam mendukung kenyamanan pasien maupun keluarga yang mendampingi.
Sidak pada malam hari tersebut dilakukan untuk melihat kondisi riil di lapangan sekaligus menindaklanjuti masukan masyarakat yang diterimanya.
Maryam menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah memberikan informasi dan menyampaikan keluhan mengenai pelayanan di RSUD Soekarno Babel.
Ia berharap manajemen rumah sakit dapat mengevaluasi persoalan yang disorot, khususnya terkait akses menuju unit penyimpanan darah, penerangan, dan ketersediaan kendaraan pengantar.
Dengan evaluasi tersebut, pelayanan di RSUD Soekarno Babel diharapkan semakin mudah diakses dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. (*)







