Masuknya berbagai ideologi dan pengaruh dari luar, kata dia, harus diantisipasi agar tidak mengganggu persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Karena itu, kita harus meningkatkan kemampuan dan kapasitas diri serta lingkungan untuk menjadi benteng dalam mencegah berbagai ancaman terhadap kedaulatan bangsa,” katanya.
Jumadi menjelaskan kedaulatan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan negara mengatur pemerintahan dan wilayahnya tanpa campur tangan pihak lain. Kedaulatan juga harus tercermin dari kemampuan negara memenuhi kebutuhan masyarakat.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pangan. Menurut dia, kedaulatan pangan merupakan bagian penting dari pembangunan nasional karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bangka mengambil peran dalam menjaga kedaulatan bangsa. Kontribusi tersebut dapat dilakukan melalui profesi, pekerjaan, tugas dan kewenangan masing-masing.
Ajakan tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
“Melalui profesi, tugas dan fungsi kita masing-masing, mari kita bersama-sama berkontribusi menjaga kedaulatan bangsa demi mewujudkan keadilan dan kemakmuran rakyat,” kata Jumadi.
Rapat paripurna tersebut menjadi momentum bagi DPRD Kabupaten Bangka untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus mengajak masyarakat tidak hanya mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi meneruskannya melalui kerja nyata.
Kemerdekaan, bagi Jumadi, merupakan amanah yang harus dijaga bersama agar kedaulatan, keadilan dan kemakmuran benar-benar dapat dirasakan seluruh masyarakat. (Rea)







