Di Zandvliet, Syekh Yusuf menjadikan masa pengasingannya sebagai ladang dakwah. Ia membuka tempat perlindungan bagi budak pelarian dan membentuk komunitas Muslim pertama di Afrika Selatan. Dari tempat inilah ajaran Islam menyebar luas ke Cape Town dan sekitarnya, menjadikan Syekh Yusuf sebagai Bapak Islam di Afrika Selatan hingga beliau wafat pada 23 Mei 1699 di usia 73 tahun.
Dalam kesempatan ini, Menteri Kebudayaan Fadli Zon didampingi Konsul Jenderal RI di Cape Town, Tudiono, serta tokoh masyarakat dan sejarawan lokal seperti Imam Adam dari Masjid Nurul Latief dan Ebrahim Rhoda, peneliti sejarah Islam di Cape Town.
“Syaikh Yusuf Al-Makassari adalah jembatan peradaban antara Nusantara dan Afrika Selatan. Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf akan menjadi simbol persahabatan abadi kedua bangsa yang sudah terjalin sejak ratusan tahun lalu.,” ujar Fadli Zon.
Kementerian Kebudayaan, melalui Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, berkomitmen untuk memperkuat ikatan historis dan persahabatan antara Indonesia dan Afrika Selatan melalui pembangunan Rumah Budaya Indonesia. Rumah budaya tersebut selanjutnya direncanakan menjadi pusat kegiatan seni, budaya, dan interaksi antarkomunitas yang menanamkan nilai toleransi, spiritualitas, dan warisan Nusantara yang diharapkan memperkuat jejaring diaspora Indonesia di Afrika Selatan serta mendorong pertukaran budaya dan riset sejarah.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan untuk memperkokoh diplomasi budaya dan membangun masa depan bersama dengan menghormati warisan sejarah yang menyatukan kedua negara. (*)



