Menurut Dony, mekanisme CSPA dipilih untuk memastikan proses pengalihan dan konsolidasi aset berlangsung secara hati-hati dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Ia menilai penyatuan seluruh hotel BUMN akan membuka peluang optimalisasi pengelolaan aset, memperkuat struktur bisnis, serta menciptakan portofolio industri pariwisata yang lebih terintegrasi.
“Transformasi ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan value creation melalui pengelolaan aset yang lebih efektif. Ke depan, industri hospitality BUMN diharapkan semakin efisien, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar,” ujarnya.
Melalui integrasi tersebut, InJourney diproyeksikan mengelola sekitar 120 hotel yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, menjadikannya operator hotel terbesar kedua di Tanah Air. (*)







