Menurutnya, prinsip kemanusiaan, persatuan, dan musyawarah yang terkandung dalam Pancasila telah menjadi modal penting bagi Indonesia dalam membangun dialog, menjembatani perbedaan, serta berkontribusi menciptakan perdamaian dunia.
“Indonesia terus menunjukkan komitmennya melalui keterlibatan dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, peran aktif dalam mediasi berbagai konflik internasional, serta konsisten menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan,” lanjutnya.
Pada kesempatan itu, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila, tidak boleh berhenti sebagai simbol maupun hafalan semata, tetapi harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata.
Selain itu, para penyelenggara negara juga diingatkan agar setiap kebijakan publik yang dihasilkan senantiasa berpijak pada prinsip keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta memberikan perlindungan yang setara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Usai upacara, Hidayat Arsani menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan dan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah maupun nasional. “Momentum Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat persatuan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan,” katanya. (*)







