Dalam mendukung penanganan darurat, BNPB terus melakukan pendampingan kepada BPBD Kabupaten Sigi serta menyalurkan bantuan logistik berupa tiga unit tenda pengungsi, 50 unit tenda keluarga, 150 paket sembako, 150 lembar matras, 150 lembar selimut, dan 100 unit kasur lipat.
Selain itu, personel TNI dan Polri turut membantu pembersihan puing bangunan, distribusi logistik, serta dukungan operasional di lapangan. Pemerintah daerah bersama BPBD dan berbagai pihak juga terus melakukan pendataan by name by address untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara tepat sasaran.
Sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan penanganan darurat, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., segera bertolak ke lokasi terdampak gempa di Kabupaten Sigi pada Jumat (19/6).
Kehadiran Kepala BNPB di lokasi bertujuan untuk memastikan penanganan darurat serta koordinasi lintas instansi berjalan optimal dan efektif, melihat langsung kondisi masyarakat terdampak, serta mengidentifikasi berbagai kebutuhan dasar yang diperlukan oleh masyarakat di lapangan.
Sebelumnya, Tim Reaksi Cepat BNPB dipimpin oleh 2 orang pejabat Es2 dari Kedeputian Tanggap Darurat sudah lebih dahulu berada di lokasi dengan membawa logistik awal untuk mendukung masyarakat terdampak.
Kebutuhan mendesak saat ini meliputi tambahan tenda pengungsi dan tenda keluarga, air bersih, selimut, matras, penerangan darurat, layanan kesehatan, serta dukungan pembersihan puing bangunan.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan BPBD. Warga juga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas berwenang mengingat aktivitas gempa susulan masih terjadi. (**)







