Menurut Mehoa BUMD tidak menerima kucuran dana APBD secara langsung, sebagaimana yang ramai diberitakan. Justru, dana hibah yang dimaksud dalam program seperti “Berkah Mart” disalurkan melalui BUMDes, bukan langsung ke BBBS. Bahkan di desanya sendiri, Desa Jeruk, pernah menerima dana tersebut sesuai prosedur.
“Kalau memang ada distribusi barang ke BUMDes, lalu ada selisih barang yang belum dikirim, itu pun sudah diselesaikan dan diawasi langsung oleh Inspektorat dan Polda. Semua ada berita acara, jangan digiring seolah-olah ada pelanggaran besar tanpa data,” tambahnya.
Sekretaris Komisi II DPRD Babel, Elvi Diana juga menyanggah keras isi pemberitaan yang menyebut adanya pemanggilan terhadap Prof. Udin pada rapat Komisi II Senin, 7 Juli 2025. Menurutnya, agenda resmi komisi telah disepakati sebelumnya, dan sama sekali tidak mencantumkan nama Prof. Udin dalam pembahasan.
Elvi Diana pun menegaskan bahwa tidak ada unsur politis dalam rapat maupun pengawasan yang dilakukan Komisi II. Pihaknya berkomitmen untuk tetap menjaga netralitas menjelang Pilkada ulang dan fokus pada penguatan fungsi pengawasan lembaga secara proporsional.
Dalam kesempatan ini, Mehoa maupun Elvi Diana juga mengimbau media agar tetap berpegang pada prinsip jurnalistik yang adil, faktual, dan berimbang, serta tidak terjebak dalam narasi yang tidak berdasar.
Keduanya mengajak masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu-isu yang tidak jelas sumber dan faktanya. Mereka juga berharap agar seluruh proses politik, termasuk Pilkada, bisa berjalan damai, demokratis, dan penuh edukasi bagi masyarakat.
Menutup pernyataan, baik Ce Mehoa maupun Elvi Diana menegaskan bahwa dalam momentum Pilkada Ulang Kota Pangkalpinang 2025, mereka tetap bersikap netral dan menjunjung etika kelembagaan sebagai wakil rakyat. Mereka percaya bahwa setiap calon kepala daerah yang maju memiliki kapasitas, integritas, dan visi masing-masing dalam membangun Kota Pangkalpinang. Mereka juga berharap masyarakat dapat menyambut proses demokrasi ini dengan bijak dan dewasa, tanpa terpengaruh oleh isu-isu yang tidak berdasar. (rea)
Sumber suarapos.com







