BANGKA BARAT — Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga saat ini terus menjadi sorotan berbagai pihak, tak terkecuali dari Ketua PEKA Bangka Barat Elfi Oktianti, S.H.
Pasalnya, dari hasil real count yang dilakukan oleh berbagai pihak menunjukan surat suara tidak sah nyaris menyentuh angka 10 persen atau kurang lebih tembus di angka 60 ribu suara.
Tentu hal ini mengundang kecurigaan publik. Bahkan, Elfi menduga ada upaya masif dan terstruktur yang dilakukan oleh aparat penyelenggara pemilu untuk menjegal salah satu pasangan calon agar gagal meraih kursi ‘Babel Satu’.
“Ini patut kita curigai, angka surat suara tidak sah begitu tinggi. Bahkan berdasarkan temuan dilapangan kuat dugaan hal ini dilakukan untuk memenangkan Paslon tertentu,” kata Elfi dengan nada kesal, Selasa (03/12/2024).
Selain itu, Elfi membeberkan, bahwa juga ada laporan warga yang tidak menerima ‘C6’ atau undangan untuk memilih jelang H-1 Pilkada. Bahkan, lanjut Elfi, ada pula masyarakat pemilih dari Bangka Barat yang mencoblos di Kabupaten Bangka daerah Sri Menanti yang sengaja diminta untuk mencoblos di TPS di lokasi yang cukup jauh atau bukan didekat kediaman, sehingga hal ini juga dianggap menjadi salah satu pemicu masyarakat malas untuk menggunakan hak suara mereka, dan menjadi salah satu penyebab angka partisipasi masyarakat pada Pilkada 2024 ini begitu rendah.







