Selain itu, juga untuk mengatur pemanfaatan dan pengembangan budaya agar dapat menjadi daya tarik bagi sektor pariwisata. “Perda ini dibuat agar budaya kita tidak hilang tergerus zaman. Justru sebaliknya, budaya Bangka Belitung bisa menjadi identitas daerah sekaligus kekuatan dalam memajukan pariwisata,” ungkap Edi.
Ia berharap, penyebarluasan Perda ini mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran aktif dalam menjaga warisan budaya lokal.
“Semoga penyebarluasan peraturan daerah ini bisa terserap dengan baik oleh masyarakat, sehingga pengetahuan tentang pentingnya menjaga dan mengembangkan budaya Bangka Belitung bisa terus ditularkan,” harapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Munandar Motong hadir sebagai narasumber dan Sulaiman bertindak sebagai moderator.







