Menyangkut perekonomian Bangka Belitung, katanya, masih didominasi lima sektor utama yaitu pertanian, kehutanan, perikanan, perdagangan besar, serta jasa kendaraan bermotor. Meskipun beberapa sektor mengalami pertumbuhan positif, sektor pertambangan yang selama ini menjadi andalan mengalami kontraksi, memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah.
Rapat paripurna ini juga menyoroti pentingnya pembentukan Pansus Tata Kelola dan Tata Niaga Pertimahan guna mengatasi berbagai permasalahan di sektor pertambangan. Edi Nasapta, selaku pimpinan rapat paripurna, menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan DPRD sangat diperlukan untuk memastikan tata kelola pertimahan yang lebih transparan dan berkelanjutan.
“Pimpinan Panitia Khusus II menyampaikan harapan agar seluruh anggota DPRD yang tergabung dalam komisi-komisi dapat berperan aktif dalam membahas serta menyusun format laporan keterangan pertanggungjawaban Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Diharapkan, pembahasan ini dapat menghasilkan kajian yang matang dan rekomendasi yang tepat guna bagi kebijakan daerah,” jelasnya.
Rapat paripurna ini dihadiri sekitar tiga puluhan anggota dewan tersebut juga tampak unsur pimpinan Forum Komuniksi Pimpinan Daerah, Sekda Babel serta beberapa OPD di lingkungan Pemprov Bangka Belitung.(rea)







