Rancangan APBD tersebut selanjutnya akan memasuki tahapan pembahasan bersama DPRD, termasuk melalui fraksi-fraksi untuk mendapatkan pandangan dan masukan sebelum proses penetapan.
“Nilai nominal untuk 2027 sekitar Rp2 triliun lebih,” ungkapnya.
Dalam pembahasan anggaran tahun 2027, pembangunan sektor kesehatan turut menjadi perhatian. Salah satunya adalah rencana pembangunan rumah sakit jantung yang dinilai sebagai program strategis dan penting bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di Bangka Belitung.
Eddy mengatakan DPRD bersama pemerintah provinsi memiliki komitmen agar pembangunan rumah sakit jantung tetap dapat diwujudkan. Namun, pembiayaannya diupayakan tidak menggunakan skema pinjaman daerah.
“Kita semua sepakat dengan Pak Gubernur juga untuk tidak memakai anggaran itu dari pinjaman,” jelasnya.
Ia berharap dukungan fiskal dari pemerintah pusat, khususnya melalui Dana Bagi Hasil (DBH) dan royalti timah, dapat segera direalisasikan sehingga kemampuan keuangan daerah semakin kuat.
“Mudah-mudahan Pemerintah Pusat cepat memunculkan DBH dan royalti timah untuk diberikan ke kita yang memang hak kita,” harap Eddy. (Rea)







