PANGKALPINANG — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bangka Belitung Edi Nasapta meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunda rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Jantung dan Stroke hingga kondisi fiskal daerah membaik.
“Kita minta ke Pemprov hentikan dulu rencana ini. Kita minta sementara waktu saja sampai kita punya kemampuan secara keuangan. Jika kita sudah mampu, kita akan bangun karena di Indonesia hanya ada 4 RS khusus jantung dan stroke. Jadi peluang kita kita untuk membangun rumah sakit yang kelima sangat besar. Tapi jangan sekarang karna kondisi fiskal kita belum membaik,” kata politisi Partai Nasdem ini kepada media di Pangkalpinang, Senin (11/8/2026).
Menurut Edi, DPRD Babel dalam rapat anggaran yang digelar Badan Anggaran bersama Pemerintah Provinsi sudah menyampaikan bahwa hal itu perlu dikaji ulang sehingga peserta rapat menyatakan belum bisa menyetujui rencana pembangunan itu.
Kondisi itu bisa berubah jika pemerintah pusat menyetujui dan memberikan royalti hasil timah sebesar 30 persen atau setidaknya 26 persen bukan 7 persen. “Harusnya minimal 26 persen dan dihitung dari jumlah balok timah yang ada.







