Example floating
Example floating
DPRD

DPRD Babel Gelar Rapat Paripurna Istimewa

302
×

DPRD Babel Gelar Rapat Paripurna Istimewa

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Babel dan tamu undangan yang hadir pada rapat paripurna istimewa DPRD Babel serius mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, di Ruang Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Babel, Jumat (15/8/2025).

PANGKALPINANG (realita.news) – Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung penuh sesak saat Rapat Paripurna Istimewa Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (15/8/2025).

‎Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Babel, Eddy Iskandar, dihadiri Gubernur Babel Hidayat Arsani, Wakil Gubernur Hellyana, pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, serta tamu undangan.

‎Mengusung tema nasional Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju, Eddy menilai pesan tersebut memiliki makna strategis. ‎“Tema ini menegaskan pentingnya memperkokoh kebersamaan, menjaga kedaulatan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan mendorong kemajuan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraannya mengungkapkan, 17 Agustus 2025 menjadi pengingat sebuah momentum bersejarah bagi bangsa, hari  di mana tepat 80 tahun silam kemerdekaan berhasil diikrarkan para pendiri, setelah melalui perjuangan dan pertaruhan hingga Indonesia meraih kedaulatan, dan diakui secara utuh pada 1949.

Di hadapan seluruh peserta paripurna, dan kepada seluruh Kepala Daerah yang mengikuti paripurna secara daring, Presiden Prabowo menegaskan sebuah janjinya sebagai Kepala Negara untuk menjamin kemerdekaan yang utuh untuk warga negara dengan memberantas korupsi di Indonesia sebagai masalah besar di Tanah Air.

“Perilaku korup ada di setiap eselon birokrasi kita. Ada di setiap instansi dan organisasi pemerintah, juga di BUMN dan BUMD. Saya berkewajiban untuk menegakkan hukum demi keselamatan bangsa,” katanya.

Fokus dirinya dalam memperkuat penegakan hukum dan memberantas praktik korupsi menjadi upaya lanjutan, sekaligus penyempurna atas pekerjaan yang telah dilakukan oleh Presiden-Presiden pendahulunya, mulai dari masa Presiden Sukarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo.

Kepala negara pada masing-masing periode memiliki peran tersendiri, seperti Sukarno yang mempertahankan keutuhan NKRI. Kemudian, Presiden Soeharto berhasil membangun ekonomi dan mewujudkan swasembada pangan, serta Presiden Habibie yang mengenalkan teknologi tinggi dan menstabilkan ekonomi.

Perjuangan itu dilanjutkan Presiden Abdurrahman Wahid yang mampu menjaga stabilitas negara dan berhasil memperkokoh antar suku ras dan agama. Selanjutnya, Presiden Megawati menyelesaikan proses pemulihan ekonomi akibat krisis moneter, serta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatasi kerawanan ekonomi dan krisis keuangan dunia.

Peran yang sama ditunjukkan Presiden Joko Widodo yang dinilainya berhasil membangun berbagai infrastruktur dan meningkatkan konektivitas antar sentra-sentra ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini pula yang akan disempurnakannya dengan memastikan penegakan hukum, dengan mengajak peran aktif seluruh pihak, termasuk Pemerintah Daerah. “Presiden-Presiden pendahulu saya bersama pemerintah sama-sama berupaya mewujudkan Indonesia lebih baik,” katanya. (*)

Baca Juga:  DPRD Babel Gelar Rapat Paripurna Pengesahan Anggaran Perubahan dan RPJPD Tahun 2025-2045
slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69