Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan tidak boleh menjadi pemecah, melainkan harus diselesaikan dengan musyawarah sesuai adat Melayu.
Didit juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan tambang dan perkebunan, untuk mengambil peran membantu masyarakat dan daerah.
Ia mengajak putra-putri Babel yang sukses di perantauan agar tidak melupakan kampung halaman.
Di hadapan tamu undangan, Didit menegaskan bahwa hubungan DPRD dan Pemerintah Provinsi harus berjalan sebagai kemitraan sejajar.
“Gubernur dan DPRD ibarat pasangan yang bahagia. Saling melengkapi, bekerja bersama menghadapi suka dan duka,” ujarnya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan naskah sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Babel oleh Effendi Harun dari Presidium, disusul sambutan Gubernur, pemotongan tumpeng, dan agenda seremonial lainnya.
Menutup sidang, Didit kembali mengingatkan bahwa kejayaan Babel hanya bisa dicapai melalui kekompakan dan kecakapan bersama.
Rapat Paripurna resmi ditutup dengan pantun penutup dan ketukan palu tiga kali, seraya menyerukan, “Dirgahayu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bersatu Bersama untuk Bangka Belitung Berdaya.” (doy)
DPRD Babel Gelar Paripurna Istimewa Peringati HUT ke-25 Provinsi







