“Saya terpental, terguling di jalan, saya dipukulin sama sopir truk bersama Satpam. Ramai bergerombolan, orang-orang yang di dalam PT PMM itu keluar, merangsek untuk memukulin kami,” lanjutnya.
Diancam Akan Dibunuh
“Alhamdulillah, kami diselamatkan oleh pengurus PT PMM dan dibawa masuk ke dalam pabrik. Setelah saya duduk di halaman kantor PT PMM, langsung saya ditendang oleh sopir truk tadi, sehingga hidung saya bercucuran darah. Dari situ saya diamankan lah di dalam kantor PT PMM,” bebernya.
Lebih lanjut Dana mengatakan, setelah mereka berada di dalam kantor PT PMM, sopir truk dan beberapa orang menyusul masuk ke dalam kantor. “Saya sama Dedy diintimidasi dan diancam akan dibunuh jika tidak membuat video pernyataan. Kami tidak mengetahui video itu itu digunakan buat apa? Karena nyawa kami terancam, kami terpaksa ikutin sajalah, daripada kami nyawa kami terancam,” katanya.
Akibat pukulan dan tendangan pada tubuhnya, Primadana mengaku hidungnya pecah berdarah, memar di kepala, leher, badan dan dada. Tidak hanya itu, Primadana juga kehilangan jam tangan dan kacamata, serta mengalami kerugian moril.
“Nah, itu harus diusut tuntas, karena kami tidak terima. Bukan apa-apa, karena kami kan sudah sampaikan akan membatalkan liputan, tetapi kenapa kami masih dipukuli? ID Card juga sudah kami ditunjukkan, niat kami bagus,” jelasnya.
Sementara korban lainnya, Dedy Wahyudi, wartawan media BABELFAKTUAL.COM menambahkan, pada saat kejadian ada penghapusan dokumentasi hasil liputan di gawai miliknya.
“Foto-foto kita itu dihapus dengan paksa, mereka yang memaksakan menghapusnya, HP saya dirampas. Kalau secara fisik, saya tiga kali tonjokan, di muka sebelah kiri sekali, pipi sebelah kanan sekali, dan kepala sekali,” terangnya.
Terpisah, pengurus PT PMM, Candra, mengaku tidak mengetahui secara jelas kronologi awal mulanya seperti apa? Karena cekcok tersebut terjadi di luar area PT PMM.
“Setelah mengetahui hal tersebut kita coba melakukan peleraian terhadap oknum yang terlibat. Isu bahwa kita pihak perusahaan melakukan penyekapan hal itu tidak benar. Karena dalam hal ini kita pihak perusahaan berusaha mengamankan korban supaya tidak diamuk massa,” jelasnya.
Menurut Candra, setelah waktu kondusif pihak perusahaan bersama personel Polsek Merawang membawa Dana dan Dedy ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pengobatan.
“Kami selaku perwakilan pihak perusaaan memohon maaf sebesar-besarnya kepada saudara Dana, Dedy, dan memohon maaf juga kepada teman-teman media atas kesalahpahaman yang terjadi,” imbuhnya.
“Besar harapan dan keinginan dari pihak perusahaan, supaya ada kesepakatan kedua belah pihak untuk melakukan perdamaian secara kekeluargaan. Mengingat kita masih dalam suasana di bulan baik Ramadhan, juga supaya hal ini tidak panjang dan berlarut,” harapnya. (*)







