Ia juga meminta kepada Penjabat Walikota satu unit sumur bor untuk Mushollah yang berada di lokasi tersebut, agar bisa lebih bermanfaat untuk orang banyak.
“Satu lagi Pak Pj, ku minta sumur bor untuk Mushollah agar bermanfaat untuk orang banyak,” pintanya.
Hal senada juga disampaikan oleh pedagang dan petugas parkir yang ada di pusat kuliner Telok telok Atok Pintu Air. Jika untuk legalitas, yang jelas para pedagang siap berkerja sama dan akan berusaha bersinergi dan bermitra dengan pemerintah. “Kami setuju dengan kebijakan Pak Pj dan siap berkerja sama,” kata Prima, salah satu petugas parkir.
Sedangkan pedagang Telok-telok Atok minta agar penerangan jalan yang ada bisa dihidupkan lagi, agar lebih terang dan dibuat cantik lagi agar lebih ramai. “Kalau bisa penerangan jalan dihidupkan kembali agar lebih terang,” tutup Erwin.
Penjabat Walikota Pangkalpinang, Budi Utama, menjelaskan kegiatan ini bukan untuk penertiban, tapi lebih ke penataan para pelaku UMKM yang ada di lokasi tersebut.
“Jadi masyarakat jangan dengar hal-hal yang membuat masyarakat resah. Kedatangan kami untuk menata para pelaku UMKM agar lebih rapi dan tertib,” tutupnya. (*)
Sumber: Dinas Kominfo







