Ia menambahkan Bea Cukai Pangkalpinang terus mendorong UMKM agar naik kelas melalui program Klinik Ekspor. Layanan ini memungkinkan pelaku usaha mendapatkan asistensi langsung, baik di kantor maupun di lokasi usaha.
“Silakan pelaku UMKM memanfaatkan layanan Klinik Ekspor. Kami siap memberikan pendampingan dan layanan ini 100 persen gratis tanpa dipungut biaya,” tegasnya.
Diketahui, getas merupakan makanan khas Bangka Belitung berbahan dasar ikan tenggiri dan tepung sagu yang memiliki cita rasa gurih dan tekstur renyah. Produk ini semakin diminati pasar luar negeri, khususnya Singapura.
“Pengiriman ini menjadi ekspor perdana pada tahun 2026 bagi UMKM lokal tersebut. Sebelumnya, pada akhir Desember 2025, perusahaan yang berbasis di Bangka itu juga telah mengirimkan produk dengan jumlah serupa ke negara yang sama,” ujarnya Junanto.
Keberhasilan ekspor pada ini diharapkan menjadi motivasi bagi UMKM lain di Bangka Belitung untuk berani memperluas pasar hingga mancanegara. (suf)




