Hidayat belum memberikan komentar lebih jauh karena mengaku belum menerima laporan terkait persoalan tersebut.
“Saya cek dulu ke Dinas Pendidikan ya, saya belum menerima laporan masalah itu,” ujarnya.
Terkait kondisi Indeks Pembangunan Manusia Babel, Hidayat juga meminta persoalan tersebut dikonfirmasi kepada Dinas Pendidikan karena dirinya belum mendapatkan laporan secara rinci.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi perhatian bersama.
“Harapan kita semua ingin maju semuanya. Utama tidak ada anak yang tidak sekolah. Harus sekolah,” tegasnya.
Selain pendidikan, Hidayat turut menanggapi kondisi penerbangan yang masih mengalami penundaan.
Ia menyebut gangguan penerbangan tersebut terjadi karena faktor alam atau force majeure, sehingga tidak dapat dipaksakan demi keselamatan penumpang.
“Penerbangan itu karena force majeure. Bukan karena manusia, tapi karena alam. Ditunggu saja, mungkin besok sudah dibuka,” katanya.
Hidayat memastikan pada hari tersebut penerbangan masih mengalami penundaan.
“Masih delay,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar bersabar menghadapi kondisi tersebut.
“Sabar saja. Karena ini kan bencana alam, tidak bisa kita atasi. Pesawat tidak bisa kita paksakan terbang demi keselamatan kita,” pungkas Hidayat. (Rea)







