Tak hanya mengandalkan penggalangan dana, PMI Pangkalpinang juga mendapat dukungan hibah dari Pemerintah Kota Pangkalpinang sebesar Rp200 juta pada tahun 2026 yang saat ini masih dalam proses melalui Dinas Kesehatan.
Dana hibah tersebut akan dimanfaatkan untuk menunjang operasional organisasi, pembinaan relawan, hingga kesiapsiagaan penanggulangan bencana.
Dari sisi pelayanan, PMI Pangkalpinang juga menunjukkan tren peningkatan. Pada tahun 2025, PMI berhasil menghimpun dan menyalurkan 17.600 kantong darah, meningkat dari 15.700 kantong pada 2024.
“Kami terus memperluas jaringan kemitraan untuk menjaga ketersediaan stok darah agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Wahyono.
Selain itu, PMI Pangkalpinang juga tengah mengembangkan aset lahan seluas 1,2 hektare yang akan difungsikan sebagai pusat pelayanan dan pelatihan kepalangmerahan ke depan.
Kegiatan sosialisasi ini turut dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada mitra PMI sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam mendukung program kemanusiaan.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan berbagai stakeholder, PMI Pangkalpinang optimistis mampu meningkatkan peran dan kontribusinya dalam pelayanan sosial serta kemanusiaan di ibu kota provinsi ini.
Sebagai bentuk aksi nyata, acara ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PMI Kota Pangkalpinang dengan para kepala sekolah tingkat SD hingga SMA se-Pangkalpinang. (rea)







