PANGKALPINANG – Sebanyak enam anggota DPRD Bangka Belitung daerah pemilihan Kota Pangkalpinang mengelar reses masa sidang II di SMAN 2 Pangkalpinang, Jumat (15/5/2026).
Mereka lebih memfokuskan pembicaraan agar sekolah bisa menyiapkan lulusan yang siap bekerja di luar negeri melalui jalur resmi dan legal.
Pertemuan yang berlangsung di aula sekolah tersebut dibuka Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eddy Iskandar. Anggota dewan yang hadir meliputi Ucok Oktahaber, Rustam Nataris, Hardi, Dody Kusdian, dan Sadiri.
Menurutnya, kalangan dewan mendorong berdirinya lebih banyak sekolah vokasi di Bangka Belitung. Dorongan ini, katanya, berawal dari pertemuan anggota DPRD Babel bersama sejumlah pihak dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk membahas peluang penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
Pemerintah pusat, katanya, saat ini membuka peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja Indonesia di berbagai negara. “Penempatan tenaga kerja yang dikelola pemerintah terbuka hampir 300 ribu lapangan pekerjaan,” ujar Eddy.
Ia mengatakan, peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan baik oleh daerah, khususnya Bangka Belitung, melalui peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan kesiapan tenaga kerja muda.
Eddy juga menyoroti masih adanya warga Bangka Belitung yang berangkat bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal.
Bahkan, kata dia, sekitar 150 orang asal Bangka Belitung terdeteksi berangkat secara ilegal ke Myanmar dan sebagian di antaranya sempat mengalami persoalan hingga harus dipulangkan.







