PANGKALPINANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadwal ulang rapat terkait dinamika harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.
Menurut Didit Sri Gusjaya, DPRD Babel akan menggelar rapat lanjutan pada 23 April 2026 dengan mengundang seluruh pemangku kepentingan, termasuk dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Rapat tersebut rencananya juga akan melibatkan aparat penegak hukum (APH) guna memberikan pandangan terkait aspek regulasi, sehingga kebijakan yang diambil nantinya dapat berjalan sesuai aturan. “Kita ingin semua duduk bersama agar persoalan ini clear. Aturan harus ditegakkan, tapi kita juga tidak boleh melakukan intervensi yang melampaui kewenangan,” jelasnya.
Ketua DPRD Babel mengatakan hal ini usai rapat dengar pendapat antara bertemu pengurus Asosiasi Petana Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) dengan pemilik Pabrik kelapa Sawit dan komisi II DPRD Babel, di ruang Banmus Senin (20/4/2026).
Rapat lanjutan ini diharapkan mampu menghasilkan langkah nyata, terutama dalam mendorong peningkatan harga TBS di masyarakat. “Saya rasa ini sudah rapat ketiga. Mudah-mudahan setelah ini ada hasilnya, khususnya berkaitan dengan upaya kita meningkatkan harga beli TBS di masyarakat,” ujar Eddy Iskandar, Wakil Ketua DPRD Babel.
Ia mengungkapkan, meski harga TBS telah ditetapkan melalui mekanisme tertentu, namun praktik di lapangan masih menemui berbagai kendala, terutama di tingkat pabrik. Salah satu variabel yang dinilai bisa dioptimalkan adalah indeks K, yang menjadi komponen penting dalam penentuan harga.
“Indeks K ini kan variabelnya banyak. Tapi kalau kita lihat di daerah lain, angkanya bisa di atas 92,30, sementara kita masih di kisaran 92,15. Coba dihitung kemungkinan untuk dinaikkan. Kalau naik sedikit saja, harga TBS bisa ikut terdongkrak,” jelasnya.
Menurut Eddy, kenaikan harga sebesar Rp10 hingga Rp20 per kilogram saja sudah cukup berarti bagi petani. Oleh karena itu, ia mendorong pihak terkait untuk melakukan kajian teknis guna melihat peluang penyesuaian indeks tersebut.







