JAKARTA – Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) mendesak pemerintah memberlakukan kebijakan politik demi meminimalisir fenomena stroke yang menelan banyak korban jiwa.
Yayasan Stroke Indonesia menyatakan, stroke bukanlah penyakit tapi bencana kemanusiaan yang jumlah korban dan kerugian meningkat dari tahun ke tahun. Kebijakan politik dibutuhkan berupa aturan yang mengharuskan semua rumah sakit memiliki fasilitas pertolongan, pengobatan dan penanggulangan stroke.
“Komitmen Yastroki sejak awal berdiri hingga ke depan terus meningkatkan kepedulian berbagai elemen masyarakat melalui kolaborasi demi pencegahan, penanggulangan serta pemulihan penderita,” kata Ketua Umum Yastroki Mayjen (Purn). Dr. dr. Tugas Ratmono, SpS dalam peringatan HUT ke-37 Yastroki di Prodia Tower, Jl. Kramat Raya, Jakpus, Minggu’ (18/01).
Menurutnya, ke depan selain terus merealisasikan program pembagian bantuan 1000 kursi roda, juga menggerakkan aktivis berkompeten dalam pencegahan dan pertolongan. Targetnya sejuta orang pada lingkungan RT/RW pedesaan serta perkotaan se-Indonesia.
Cara yang bakal ditempuh melalui pembentukan cabang Yastroki di berbagai daerah demi mewujudkan Indonesia ramah stroke.
RS Ramah Stroke
Yastroki dalam kesempatan yang sama memberikan sertifikat penghargaan kepada pimpinan rumah sakit (RS) yang dinilai memiliki pelayanan ramah stroke dalam bentuk pertolongan, pengobatan dan pemulihan secara memadai bagi korban atau penderita.







