BANGKA BARAT — Program khitanan massal gratis yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Bulan Bakti Sosial HUT ke-50 PT TIMAH Tbk dengan tema “Timah untuk Rakyat” disambut hangat oleh warga setempat.
Acara ini berlangsung di Wisma Majapahit dan Wisma Sriwijaya, Divisi Pengolahan dan Pemurnian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, pada hari Sabtu (1 Agustus 2026).
Kegiatan Bulan Bakti Sosial di Mentok ini tidak hanya mencakup program khitanan massal, tetapi juga layanan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat umum.
Program khitanan massal menjadi kegiatan yang paling banyak diminati masyarakat. Raut wajah bahagia dan penuh rasa syukur tampak jelas pada anak-anak maupun orang tua mereka. Bagi banyak keluarga, layanan gratis ini tidak hanya menjadi momen penting bagi anak-anak mereka, tetapi juga membantu meringankan beban finansial keluarga.
Salah satu penerima manfaat adalah Desi Alena Suharini (40 tahun), warga Desa Tanjung, Mentok. Sejak ditinggal wafat suaminya sembilan tahun lalu, Desi membesarkan keempat anaknya seorang diri sembari menopang ekonomi keluarga melalui usaha jasa binatu (laundry).
Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat mengikutsertakan putranya dalam program khitanan gratis yang diselenggarakan oleh PT TIMAH.
“Alhamdulillah, akhirnya saya bisa mengkhitankan anak saya dan mewujudkan keinginannya. Sebelumnya kami sempat menunda karena terkendala biaya. Program khitanan gratis ini sangat membantu keuangan keluarga kami,” ujar Desi.
Ia berharap program kemasyarakatan serupa dapat terus berlanjut karena memberikan dukungan yang berarti, khususnya bagi keluarga kurang mampu.
“Saya berharap program ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi keluarga seperti kami. Terima kasih banyak kepada PT TIMAH. Semoga Tuhan senantiasa memberkati perusahaan ini,” tambahnya.
Sentimen serupa disampaikan oleh Lia (37 tahun), warga Jalan Kadur, Mentok. Ia mengetahui informasi mengenai program ini melalui sekolah anaknya dan segera mendaftarkan putranya.
Menurut Lia, inisiatif ini memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
“Ini adalah program luar biasa yang membantu meringankan beban keuangan keluarga. Mencari nafkah di masa kini memang sulit. Program ini sangat membantu, terutama karena suami saya bekerja sebagai buruh harian lepas,” ujarnya.







