Menurut Saparudin, pembinaan nilai agama juga penting diberikan kepada generasi muda. Ia berharap anak-anak dan remaja di Pangkalpinang tumbuh dengan akhlak yang baik serta mampu menjadi generasi yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Dalam kesempatan itu, Saparudin turut menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jamaah haji asal Pangkalpinang yang telah kembali ke tanah air. Namun, ia juga mengungkapkan duka atas wafatnya seorang jamaah setelah kembali dari Tanah Suci.
“Semoga yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Istiqrob, Ustaz Heriyadi Ishak, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah yang hadir. Ia mengaku bersyukur karena masyarakat tetap antusias memakmurkan masjid meski pembangunan dan penyempurnaan sejumlah fasilitas masih berlangsung.
“Alhamdulillah, kita masih dipertemukan dengan 1 Muharram tahun ini. Kehadiran jamaah menjadi semangat bagi kami untuk terus memakmurkan masjid,” kata Heriyadi.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang kegiatan. Jamaah dari berbagai kalangan duduk berdampingan, mendengarkan tausiyah yang disampaikan KH M Ali Wafa mengenai makna hijrah sebagai perjalanan memperbaiki diri dan memperkuat karakter umat.
Melalui peringatan Tahun Baru Islam tersebut, para jamaah diajak tidak hanya merayakan pergantian tahun hijriah, tetapi juga menjadikannya sebagai titik awal untuk menata hati, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. (Rea)







