“Kondisi ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, OPD kesehatan maupun non-kesehatan, untuk bersama-sama melakukan upaya perencanaan, pelaksanaan, hingga pencegahan dan pengendalian penyakit ATM,” jelasnya.
Dessy menegaskan komitmen Pemkot Pangkalpinang untuk terus memperkuat layanan kesehatan, melalui peningkatan edukasi masyarakat serta penguatan peran fasilitas kesehatan seperti puskesmas. Menurutnya, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang secara rutin melakukan upaya penanganan penyakit menular, termasuk deteksi dini, pengobatan, dan edukasi.
“Upaya-upaya yang dilakukan tidak hanya sebatas pengobatan, tetapi juga melalui edukasi secara berkelanjutan, baik di puskesmas, sekolah, maupun di tengah masyarakat, agar kesadaran terhadap pencegahan penyakit semakin meningkat,” tambahnya.
Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan, serta menekan angka penyebaran penyakit ATM di wilayah Pangkalpinang dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara umum. (**)







