Dessy juga mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang pesat, tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan budaya. Ia menilai kemajuan teknologi membawa tantangan tersendiri dalam membentuk karakter peserta didik di era digital.
“Anak-anak sekarang hidup di tengah kemajuan teknologi. Tugas kepala sekolah dan guru adalah menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, tapi jangan sampai meninggalkan akhlak dan budaya kita,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Erwandy, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi kepala sekolah agar lebih adaptif terhadap perubahan dan kebijakan pendidikan nasional.

Pelatihan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 Oktober 2025, dan diikuti 122 kepala sekolah, terdiri dari 91 kepala SD dan 31 kepala SMP se-Kota Pangkalpinang. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Negeri, Ombudsman RI, praktisi pendidikan, serta pengawasan. (adv)







