Di hadapan para siswa, Dessy menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter.
Dia menyoroti nilai Faith, Character, and Excellence sebagai fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang berintegritas. “Sekolah adalah tempat menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan. Tidak hanya menjadi pintar secara akademik, tetapi juga belajar memanusiakan manusia,” tuturnya.
Dessy mengatakan kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian siswa, termasuk melatih kemampuan berorganisasi, etika, dan sikap sosial.
Menutup sambutannya, Dessy menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan ketulusan dalam mendidik generasi muda.
Dia berharap SMP Santo Paulus terus melahirkan lulusan yang beriman, cerdas, dan bermanfaat bagi bangsa dan masyarakat. “Teruslah bersemangat mendidik anak-anak. Semoga semua upaya ini mendapat ridho Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya. (KBC)







