Akai sendiri justru menunjukkan keberanian setelah menjalani proses khitanan. Ia bahkan mengajak anak-anak lain agar tidak takut menjalani khitan. “Buat yang mau sunat jangan takut, beranikan dirilah untuk disunat,” ajak Akai.
Bagi Megawati, khitanan massal gratis yang digelar PT TIMAH juga memberikan manfaat dari sisi ekonomi. Di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat, layanan tersebut membantu keluarga menghemat biaya.
“Iya sangat meringankan beban ekonomi untuk zaman sekarang ini. Ya bersyukurlah ada kegiatan dari PT TIMAH ini tiap tahun. Ini sangat membantu bagi saya pribadi,” ungkapnya.
Lurah Toboali, Nadi Martika, turut menilai khitanan massal tersebut dapat membantu meringankan beban keluarga. Menurutnya, biaya khitanan yang harus dikeluarkan secara mandiri bisa menjadi tambahan pengeluaran bagi masyarakat.
“Dengan kegiatan khitanan massal ini anaknya merasa terbantu dan tentunya dapat mengurangi beban keluarga mereka. Kalaupun harus bayar, dari segi ekonomi juga membantu,” ujarnya.
Nadi juga mengapresiasi konsistensi PT TIMAH dalam menghadirkan berbagai program sosial bagi masyarakat Bangka Selatan. “Kalau konsistensi PT TIMAH ini saya lihat dari tahun ke tahun tidak berubah. Support luar biasa kepada masyarakat Kabupaten Bangka Selatan, kontribusinya juga luar biasa,” katanya.
Memasuki usia ke-50 tahun, Nadi berharap PT TIMAH dapat terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat sehingga berbagai program sosial yang dihadirkan semakin memberikan manfaat.
“Harapan saya semoga PT TIMAH makin jaya, makin sukses, teruslah berkolaborasi, teruslah membangun masyarakat kita yang ada di Bangka Selatan ini. Semoga program-programnya pun dapat selalu memberi manfaat bagi masyarakat,” harapnya. (*)
Sumber: www.timah.com







