Pihaknya pun berharap dengan adanya permintaan maaf, diikuti dengan tindakan yang dapat lebih santun dalam bermedia sosial. “Jangan kebanyakan nyinyir, jangan menggiring opini. Kami sebagai honorer murni berjuang mempertahankan marwah kami, apa salahnya penggunaan BPJS non prioritas,” ucapnya.
Senada, honorer Pemerintah Kota Pangkalpinang, Rivandi juga berharap oknum karyawan tersebut mendapatkan tindakan tegas berupa pemecatan. “Kita harap ada sanksi tegas, kita mau sanksi pemecatan,” tegas Rivandi.
Sementara itu Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya akan mengirimkan surat kepada PT. Timah terkait aspirasi honorer. “Sangat menyayangkan terlepas apapun maksudnya, karena ini menyingung honorer. Ibu Suri ini pegawai PT. Timah, maka solusinya kita akan mengirim surat ke Dirut PT Timah untuk menindaklanjuti poin-poin yang disampaikan honorer,” beber Didit Srigusjaya.
Politisi partai PDI Perjuangan ini juga menghimbau kepada seluruh pihak, guna menjaga kondusifitas dimasyarakat. “Kita harap ini tidak dilakukan lagi, marilah kita menghargai semua profesi. Jangan melecehkan profesi orang lain, saya harap PT. Timah melakukan tindakan tegas,” tutupnya. (*)







