“AKB ini memiliki potensi yang besar sebagai ayam hias dengan nilai ekonomi tinggi. Keberagaman genetik yang dimiliki AKB menjadi modal penting dalam pengembangan dan seleksi ternak unggul,” katanya.
Selanjutnya ada Prof. Montesqrit yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu eksplorasi pakan pada Fakultas Peternakan Unand. Dalam orasi ilmiahnya, Montesqrit menekankan tentang fokusnya pada pengembangan teknologi mikroenkapsulasi minyak ikan menggunakan bahan penyalut alternatif berbasis bahan pakan lokal.
Kemudian, dikukuhkan juga Prof. Sri Amelia sebagai guru besar dalam bidang ilmu mikrobiologi hasil ternak pada Fakultas Peternakan Unand. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Sri membahas pengembangan riset unggulan yang berkaitan dengan probiotik, mulai dari sumber, teknologi mikroenkapsulasi dan inovasi produk hasil ternak sebagai pangan fungsional.
“Pengembangan riset ini tidak hanya berkontribusi pada inovasi bioteknologi pangan dan peningkatan nilai tambah produk hasil ternak, tetapi juga selaras dengan kebijakan nasional, khususnya program MBG (Makan Bergizi Gratis),” kata Prof. Sri.
Kemudian yang terakhir, Prof. Ferdi dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang hukum lingkungan internasional pada Fakultas Hukum Unand. Dalam orasi ilmiah yang disampaikannya, Prof. Ferdi bicara soal penegakan hukum lingkungan internasional melalui sertifikasi ISO 14001 dan implementasinya di Indonesia.
Sementara itu, Rektor Unand, Efa Yonnedi dalam pidatonya dalam pengukuhan guru besar itu menekankan agar pada profesor ini dengan riset yang telah dihasilkan tersebut bisa memberikan dampak nyata.(**)







