Selain meningkatkan kapasitas, pelatihan juga membuka ruang sinergi antara petani, penyuluh, dan perguruan tinggi. Petani peserta pelatihan menyambut baik kegiatan tersebut karena sebelumnya pelatihan yang diterima lebih dominan terkait teknik budidaya. “Manajemen usaha tani jarang disentuh. Pelatihan ini membuat kami tahu cara mencatat biaya dan pendapatan, termasuk menghitung laba dan rugi usaha tani,” ungkap salah satu peserta.
Program PMTU UBB tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut melalui proses monitoring bersama penyuluh pertanian untuk memastikan penerapan pencatatan keuangan dapat berkelanjutan di tingkat petani.
Melalui kegiatan ini, UBB menegaskan komitmen dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis sektor pertanian. “Penguatan kapasitas petani merupakan investasi sosial yang penting bagi pengembangan agribisnis di Bangka Belitung,” tutup Garist.
Program PMTU
Program Pengabdian Masyarakat Tingkat Universitas (PMTU) merupakan program pendanaan reguler Universitas Bangka Belitung yang memberikan dukungan bagi dosen untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemberdayaan masyarakat.
Pada tahun 2025, tim PMTU UBB yang meliputi Garist Sekar Tanjung, S.P.,M.Sc, Reni Humairah, M.Si, Dareen Nadya Rema, S.Pi., M.Si yang terdiri dari berbagai lintas ilmu telah melaksanakan program tersebut dengan mengangkat tema “Peningkatan Daya Saing Petani Hortikultura Melalui Pelatihan Pengelolaan Manajemen Usahatani di Desa Air Mesu Timur”. (*)







