Saparudin berharap, PKP Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wadah pembinaan atlet sepak bola lokal agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Ia menilai turnamen seperti ini penting untuk membuka ruang bagi talenta muda Bangka Belitung menunjukkan kemampuan mereka. Pemerintah Kota Pangkalpinang, lanjut dia, ingin melihat lahirnya pemain-pemain potensial yang nantinya dapat memperkuat klub maupun mengikuti kompetisi tingkat nasional
Turnamen PKP Cup 2026 dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih dua bulan di Stadion Depati Amir. Selama pelaksanaan kompetisi, masyarakat juga dapat menikmati bazar UMKM yang disediakan panitia di kawasan stadion sebagai upaya mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Tampilnya beberapa pemain nasional dan pemain asing tidak hanya menarik minant pecinta sepakbola Bangka Belitung tapi juga membuat tensi persaingan antar tim semakin ketat dan sulit diprediksi. PKP Cup 2026 kini tak lagi sekadar turnamen lokal biasa, tetapi menjelma menjadi panggung adu kualitas antara pemain profesional dan para “raja tarkam” yang selama ini dikenal tangguh di turnamen antarkampung.
Selain Rian Miziar dan Rio Hardiawan, sejumlah nama lain juga mulai menghiasi bursa pemain PKP Cup 2026 seperti Riski Novriansyah, Afriansyah, Tegar Pangestu hingga Roni Mayang. Bahkan beberapa tim juga diperkuat pemain asing yang sudah malang melintang di turnamen nasional. (rea)








