Pancing cumi yang digunakan Nelayan Bugis di Pulau Semujur, Pangkalpinang dirancang khusus dengan 12 mata kail yang dipasang di buritan (bagian belakang perahu). Pancing ini biasanya berbentuk menyerupai ikan kecil atau udang untuk menarik perhatian cumi-cumi.
Teknik pengoperasian alat penangkapan cumi dengan menggunakan pancing cumi bekerja dengan cara sebagai berikut:
- Penggunaan Lampu Penerang
Nelayan menyalakan lampu di atas perahu atau di permukaan air untuk menarik cumi cumi mendekat. Cahaya ini meniru kondisi alami cahaya bulan yang sering digunakan cumi untuk berburu mangsa;
- Pancing dengan 12 Mata Kail
Pancing yang digunakan memiliki 12 mata kail kecil tanpa umpan hidup. Mata kail ini dipasang pada badan pancing yang berbentuk ikan atau udang, sehingga menarik perhatian cumi-cumi untuk menangkapnya dengan tentakel;
- Gerakan Menarik dan Mengendurkan Tali
Nelayan secara manual menarik dan mengendurkan tali pancing untuk meniru gerakan ikan yang sedang berenang. Cumi-cumi yang tertarik akan mencengkeram umpan tiruan, lalu terjerat pada mata kail.
Metode ini sangat efektif dalam menangkap cumi-cumi di perairan sekitar Pulau Semujur, yang kaya akan sumber daya laut. Selain efisien, teknik ini juga lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan jaring, karena hanya menangkap cumi-cumi tanpa merusak ekosistem dasar laut. (*)
* Penulis adalah Dosen Prodi Perikanan Tangkap Universitas Bangka Belitung







