Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengenal teknologi yang saat ini banyak digunakan pada berbagai bidang, termasuk pengelolaan lingkungan, kehutanan, pertanian, kelautan, dan mitigasi bencana.
Kepala SMKN 1 Tukak Sadai menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi para siswa mengenai perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Bangka Belitung, yang turut memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas generasi muda dalam pengelolaan ekosistem mangrove berbasis teknologi. Kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah, dan lembaga terkait diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi mangrove secara berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dari UBB yang terdiri atas Azizah, S.Pi., M.Si. sebagai ketua, dengan anggota Dr. Wahyu Adi, S.Pi., M.Si. Kedua akademisi ini memiliki keahlian di bidang pemetaan sumber daya perairan. Sementara, Dr. Henri, S.Si., M.Si., pemateri lainnya memiliki keahlian di bidang biologi konservasi.
Kegiatan ini juga melibatkan dosen-dosen Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Bangka Belitung serta mahasiswa sebagai bentuk implementasi pembelajaran di luar kelas melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Program ini didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bangka Belitung melalui skema Pengabdian Masyarakat Tingkat Universitas (PMTU) dengan mitra SMKN 1 Tukak Sadai. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan mangrove berbasis teknologi, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang pemetaan geospasial dan konservasi lingkungan pesisir. (azizah)







