Karena saya dulu anggota tim seleksi sayembara pemberian nama Bandara Minangkabau, maka tahu asbabun nuzul penamaannya. Diberi nama Minangkabau karena sangkek itu saat itu, semangat menggebubu, pemerintah ngilu-ngilu asam, mengambil satu dari sekian banyak pahlawan maka jalan aman:Minangkabau.
Nama ini membuat heran banyak orang di Indonesia. Beberapa tokoh nasional ada yang bertanya pada saya jawabannya ya itu, “susah menetapkan satu nama, karena kami punya banyak pahlawan.”
Setelah masjid dan bandara, disusul nama-nama jalan semua kota di Sumbar diterbitkan. Yang namanya bisa diganti dengan nama pahlawan dan tokoh Minang, usahlah ragu. Tungkus! Banyak sekali yang bisa dipakai sebagai nama jalan dan gedung.
Di pemprov Sumbar misalnya, istana gubernur itu, coret sajalah, ganti dengan nama Prof Harun Zain atau Azwar Anas. Rasanya sekarang sudah waktunya, atau tunggu ari alang, selesai pilgub 2025? Hahaha iya juga ndak…*
Penulis Khairul Jasmi
Sumber hariansinggalang.co.id
658