2. Menggunakan media visual dan audiovisual. Saat ini, sangat mudah untuk mengubah hal visual menjadi audiovisual ataupun sebaliknya dengan menggunakan berbagai aplikasi website tertentu. Guru memberikan ruang bagi anak – anak untuk memahami dan mengunakan kemampuan bahasa mereka melalui berbagai gambar, video, ataupun flashcards yang disediakan sebagai alat peraga. Misalnya, saat menunjukkan gambar pohon, guru dapat mengajak anak – anak membayangkan warna pohon, jenis pohon, tinggi pohon, dan lainnya untuk memperdalam kemampuan kognitif dan juga kosakata mereka.
3. Menggunakan gamification. Berbagai platform menyuguhkan permainan interaktif yang mampu mendukung pengajaran bahasa dan penguasaan bahasa bagi anak – anak. Perkembangan teknologi saat ini memampukan para guru, orang tua, dan peserta didik mengakses berbagai aplikasi dengan mudah. Tentu saja hal ini tidak boleh luput dari dampingan dan pengawasan para guru dan juga orang tua. Pada waktu tertentu, guru bisa memperkenalkan teknik pencocokan kosakata atau word matching / word order, teka-teki, pronunciation/ pelafalan suatu benda, dan lain–lain melalui berbagai aplikasi gratis yang ada di internet.
Dengan pendekatan yang kontekstual, interaktif, dan berbasis teknologi seperti storytelling, media visual, dan gamifikasi, pengajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak dapat menjadi lebih menarik dan efektif. Strategi ini tidak hanya membantu anak-anak memahami dan menggunakan Bahasa Inggris secara alami, tetapi juga meningkatkan keterampilan kognitif mereka, memperkaya kosakata, dan membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi. (*)
Penulis adalah Dosen Program Study Sastra Inggris
Universitas Bangka Belitung







