Ia menjelaskan bahwa motivasi utamanya untuk mengikuti program ini adalah kesempatan untuk mengakses pendidikan berkualitas dan mengembangkan potensinya secara maksimal.
Selain Keyla, tim seleksi juga mengunjungi Tiara, seorang siswa dari SMP Negeri 6 Sungai Selan, Bangka Tengah. Meskipun hidup dengan sumber daya terbatas, Tiara tetap sangat termotivasi untuk melanjutkan pendidikannya.
Ibu Tiara, Jumaidah, menyatakan dukungan penuh atas partisipasi putrinya dalam seleksi Sekolah Asrama Pemali, terutama mengingat kondisi ekonomi keluarga mereka yang sederhana.
“Beginilah situasi keluarga kami—ayah Tiara bekerja sebagai pengumpul barang bekas, dan saya seorang ibu rumah tangga. Saya sepenuhnya mendukung anak saya untuk mengikuti tes ini. Kesempatan seperti ini sangat berharga bagi anak kami, terutama dengan sistem asrama yang dapat membantu membangun kemandirian,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa awalnya ia khawatir tentang biaya. Namun, setelah mengetahui bahwa semua biaya ditanggung oleh PT TIMAH, keluarga menjadi lebih percaya diri dalam mendukung partisipasi Tiara dalam proses seleksi.
Melalui proses verifikasi lapangan ini, PT TIMAH memastikan bahwa program beasiswa tepat sasaran dan mampu menjangkau siswa yang memiliki potensi kuat sekaligus membutuhkan dukungan pendidikan. (*)
(Sumber www.timah.com)







