Melihat tingginya minat terhadap pelatihan ini, Sekda Mie Go berharap kuota peserta dapat ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. “Kalau sekarang 45 orang, harapan saya tahun depan bisa 90 bahkan 100 lebih. Tahun 2026 atau 2027, kami akan fokus menambah kuota pelatihan agar lebih banyak masyarakat yang bisa ikut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa jenis pelatihan ke depan akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan dunia kerja dan arah investasi di Kota Pangkalpinang. “Kita tidak terpaku pada lima bidang ini. Nanti akan kita lihat sesuai kebutuhan perusahaan dan tren lapangan kerja ke depan,” katanya.
Ia berharap pelatihan ini menjadi salah satu solusi konkret dalam mengurangi angka pengangguran terbuka dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pangkalpinang melalui peningkatan keterampilan dan daya saing tenaga kerja lokal.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, mengatakan bahwa pelatihan ini menyasar pencari kerja yang sudah memiliki maupun belum memiliki keahlian. Bagi yang sudah memiliki kompetensi, pelatihan ini diharapkan dapat menambah keahlian mereka, sementara bagi yang belum memiliki keterampilan, akan diberikan pelatihan dari dasar.

“Kalau nantinya mereka sudah punya keterampilan dan ingin berwirausaha, kita juga akan dorong untuk membuka usaha sendiri. Karena dengan berwirausaha, selain meningkatkan penghasilan pribadi, juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” ucapnya.
Tahun ini, pelatihan diminati oleh sekitar 170 pendaftar. Namun, karena keterbatasan kuota, hanya 45 peserta yang dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti pelatihan. Animo masyarakat terhadap pelatihan ini menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya. (adv)







