JAKARTA – Satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menandai kebangkitan ekonomi nasional yang nyata. Sejumlah capaian strategis di bidang pertanian dan energi menunjukkan arah pembangunan yang kuat, terukur, dan berpihak pada rakyat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperlihatkan bukti konkret keberhasilan visi besar Presiden Prabowo dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi Indonesia.
BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada September 2025 mencapai 124,36, naik 0,63 persen dibanding bulan sebelumnya. Angka ini menjadi simbol meningkatnya kesejahteraan petani di seluruh Indonesia. Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja nyata pemerintah dalam memperkuat sektor pangan dan memperluas nilai ekonomi pertanian.
“Nilai Tukar Petani naik karena harga yang diterima petani tumbuh lebih tinggi dari harga yang dibayar. Komoditas unggulan seperti kopi, kelapa sawit, cabai merah, dan karet menjadi pendorong utama. Ini menunjukkan petani kita semakin sejahtera,” ujar Habibullah.
Selain itu, BPS mencatat subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mencatat peningkatan NTP tertinggi sebesar 1,57 persen, diikuti subsektor Peternakan sebesar 1,51 persen. Sementara produksi beras nasional Januari–November 2025 diproyeksikan menembus 33,19 juta ton, meningkat 12,62 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian ini memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman dan stabil.
“Dengan produksi yang menembus 33 juta ton, beras kini menjadi penopang daya beli rakyat dan bukan lagi pemicu inflasi,” tambah Habibullah optimistis.







