“Pemimpin umat itu harus tahu betul siapa yang dipimpinnya. Pemahaman terhadap umat adalah titik awal bagi setiap transformasi,” ujarnya.
Tak hanya soal kepemimpinan, kegiatan ini juga memperkuat sisi kelembagaan. Ketua Baznas Tanah Datar, Ustadz Dr. Yasmansyah, didampingi Wakil Ketua PB Sutan Sati, menggarisbawahi pentingnya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah, akuntabel, dan tepat sasaran. Dalam paparannya, ia mengajak masjid menjadi mitra aktif dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat.
Program “Satu Kecamatan Satu Masjid Percontohan” tidak hanya dirancang sebagai agenda seremonial. Di baliknya, tersimpan visi besar untuk mengembalikan posisi strategis masjid sebagai rumah bersama, tempat bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, serta pusat edukasi informal masyarakat.
Tanah Datar, dengan warisan budaya dan religius yang kuat, kini bergerak untuk menempatkan kembali masjid di garda depan kehidupan umat. Sebuah ikhtiar panjang, tetapi penuh harapan. Masjid yang hidup, umat yang kuat. (*)
(Sumber hariansinggalang.co.id)







