TANAH DATAR (realita.news) – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat mulai merealisasikan inisiatif strategis membumikan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat melalui program “Satu Kecamatan Satu Masjid Percontohan”.
Untuk merealisasikan program ini, pemerintah daerah menggandeng takmir masjid untuk menghadirkan masjid yang tak sekadar tempat ibadah, melainkan juga pusat dakwah, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Langkah awal ini ditandai dengan sosialisasi dan pelatihan intensif bagi para pengurus 14 masjid percontohan di Islamic Centre, komplek Kantor Bupati Tanah Datar.
“Masjid harus kembali menjadi jantung kehidupan masyarakat, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga sosial dan kultural,” ujar Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Tanah Datar, Buya H. Afrizon, MA. Ia menegaskan komitmen kepemimpinan Bupati Eka Putra, SE., MM., yang ingin menjadikan masjid sebagai simpul pemersatu dan pusat layanan umat.
Dalam sesi utama, Ustadz Dr. H. Irwandi Nashir, akademisi UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sekaligus putra daerah asal Salimpaung, menguraikan konsep masjid produktif. Menurutnya, masjid harus mampu bertransformasi menjadi institusi yang adaptif, solutif, dan inklusif. “Masjid yang produktif adalah yang paham kebutuhan umat, mampu memberikan solusi, serta menjangkau seluruh kalangan usia dan latar belakang,” ungkap Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Payakumbuh itu.
Lebih dari itu, ia menekankan peran strategis kepemimpinan takmir dalam membentuk kultur produktif di masjid. Dengan merujuk pada Surah Al-Ahzab ayat 45–46, Irwandi menyebut lima pilar utama kepemimpinan masjid: sebagai saksi, pemberi kabar gembira, pemberi peringatan, pelita penerang, dan penyeru kepada Allah.







