JAKARTA — Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Ahmad Dani Virsal, menyatakan sampai dengan September 2024, TINS telah berhasil mencatatkan laba positif sebesar Rp908,81 miliar atau 169% dari target yang sudah ditentukan. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp8,25 triliun meningkat 29% dari sebelumnya. ditengah kenaikan harga jual rata-rata logam timah sebesar 15% dari USD27.017 per metrik ton di 9M 2023 menjadi USD31.183 per metrik ton di 9M 2024.
Pernyataan ini disampaikan Ahmad Dani Virsal, saat memaparkan capaian perusahaan yang dipimpinnya pada gelaran Public Expose (Pubex) 2024 di Le Meridien Jakarta, Jumat (22/11/2024).
Menurut Dirut PT Timah, pada Laporan Keuangan Konsolidasian untuk periode yang berakhir 30 September 2024, sampai dengan kuartal III-2024, TINS mencatat produksi bijih timah sebesar 15.189 ton atau naik 36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 11.201 ton. Faktor peningkatan produksi pada kuartal III-2024 jika dibandingkan tahun sebelumnya karena adanya penambahan armada operasi produksi, pembukaan lokasi baru, sehingga secara bertahap memperbaiki kinerja operasi produksi Perseroan.
Dalam kurun waktu 2024, TINS mencatatkan ekspor timah sebesar 91% dengan 6 besar negara tujuan ekspor meliputi Singapura 16%; Korea Selatan 15%; India 11%; Jepang 10%; Amerika Serikat 9% dan Belanda 8%.
Di sisi lain, kata Ahmad Dani Virsal, harga pokok pendapatan Perseroan naik sebesar 4,5% dari Rp5,79 triliun di 9M 2023 menjadi Rp6,05 triliun di 9M 2024. Sehingga Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp1,42 triliun dengan pencapaian EBITDA sebesar Rp2,08 triliun atau 194% dari 9M 2023. Nilai aset Perseroan pada 9M 2024 turun 0,3% menjadi Rp12,82 triliun dari Rp 12,85 triliun pada posisi aset akhir tahun 2023.
Kinerja keuangan Perseroan menunjukkan hasil yang baik, terlihat dari beberapa rasio keuangan penting di antaranya Quick Ratio sebesar 76,0%, Current Ratio sebesar 249,0%, Debtto Asset Ratio sebesar 44,0%, dan Debt to Equity Ratio sebesar 78,4%.






