BANGKA (realita.news) — Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung menemukan kondisi yang memprihatinkan pada Kantor Cabang Pendidikan Wilayah II. Kantor ini terkesan sangat sempit untuk menampung 28 pegawai dan tidak memiliki ruang rapat yang representatif dan diyakini seluruh Kepala SMA dan SMK di Kabupaten Bangka akan duduk berdesak desakan kalau diadakan rapat koordinasi.
Ruangan kantor yang dipakai Cabang Pendidikan Wilayah II Kabupaten Bangka ini adalah bekas Kantor Samsat Bangka. Karena statusnya pinjaman, Dinas Pendidikan Babel juga kesulitan untuk melakukan rehab dan perlu yang panjang untuk pengunaan dana rehab.
Melihat kondisi itu, rombongan Komisi IV DPRD Babel yang dipimpin Sekretaris Komisi IV Agam Dliya Ulhaq, Wakil Ketua Komisi IV Me Hoa, anggota Maryam dan Narulita ini akan menggedor Pemprov Babel untuk merencanakan pendirian gedung baru bagi Cabdin Pendidikan Wilayah II Kabupaten Bangka ini.
Meski kondisinya seperti ini, Maryam, anggota Komisi IV DPRD Babel mengapresiasi kinerja para pegawai Cabdin Wilayah II Kabupaten Bangka ini yang merupakan Cabdin tertua dan paling banyak menbina sekolah menengah tingkat atas di Babel, namun hingga kini belum memiliki gedung kantor sendiri.
“Kami sangat memahami kondisi Kantor Cabdin Pendidikan Wilayah II Kabupaten Bangka yang sangat sempit dan kurang layak ini, namun meskipun begitu kinerja Cabdin Pendidikan Wilayah II Kabupaten Bangka ini sangat baik dan berprestasi dalam menangani berbagai persoalan pendidikan yang ada di sini,” kata Maryam, Jumat (28/02/2024).
“Kita tau saat ini Kantor Cabdin Pendidikan Wilayah II ini bersifat pinjaman, maka akan terbentur bila akan dilakukan rehab karena tidak tau masuk ke anggaran yang mana. Jadi kami akan langsung meminta kepada Pemprov Babel untuk membangun gedung baru sebagai kantor di tahun berikutnya, apakah tahun 2026 ataukah 2027 nanti,” tegas Maryam.
Sebelumnya, Plt Kacabdin Wilayah II Kabupaten Bangka, Heru SSi MPd yang menyambut rombongan anggpta dewan ini mengatakan jumlah pegawai sebanyak 28 orang terdiri dari 2 orang pegawai struktural, fungsional 10 orang terdiri 7 pengawas sekolah dan 3 fungsional kantor, pelaksana 9 orang dan PHL ada 7 orang.







