Menurut Rina, kegiatan berbagi tersebut telah menjadi tradisi sosial yang dilakukan secara rutin setiap tahun. Sejak 2015, Yayasan Kelenteng Kelapa Kampit terus melaksanakan pembagian bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Ia mengatakan kegiatan tersebut semakin memiliki arti penting karena sebagian masyarakat masih menghadapi tekanan ekonomi dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Dari tahun ke tahun kami melaksanakan kegiatan sosial ini. Sekarang kondisi ekonomi cukup sulit, sehingga masyarakat yang mendapatkan bantuan tentu merasa terbantu,” katanya.
Selain menjadi bagian dari tradisi keagamaan, Sembahyang Rebut juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk berbagi dan mengungkapkan rasa syukur.
Karena itu, kegiatan sosial sengaja dihadirkan dalam rangkaian acara agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Rangkaian Sembahyang Rebut ini merupakan kegiatan ucapan syukur. Di dalamnya juga ada momentum untuk berbagi bersama masyarakat,” jelasnya.
Rina menyebut dukungan dari PT TIMAH juga telah diterima dalam kegiatan serupa pada tahun sebelumnya.
Menurutnya, bantuan yang diberikan perusahaan sangat membantu kelancaran kegiatan sosial yang setiap tahun digelar oleh yayasan.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari PT TIMAH. Bantuan yang diberikan sudah kami salurkan seluruhnya kepada masyarakat. Tahun lalu PT TIMAH juga ikut membantu, sehingga kami sangat berterima kasih atas sinergi yang sudah terjalin,” tutupnya. (*)
(Sumber: www.timah.com)







