Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk, rasa, kemasan, serta kelengkapan legalitas seperti sertifikasi dan hak kekayaan intelektual (HAKI) agar UMKM semakin kompetitif. “Apresiasi kepada PT TIMAH yang telah berperan dalam mendukung UMKM maupun sektor lainnya dan kita berharap UMKM juga dapat berkembang,” ujarnya.
Camat Kundur Barat, Yusufian, turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran gerai tersebut. Menurutnya, lokasi gerai di kawasan pelabuhan memiliki potensi besar karena tingginya mobilitas masyarakat. “Gerai ini menjadi peluang besar untuk mengembangkan produk lokal, termasuk souvenir dan industri rumah tangga. Kami berharap UMKM di Kundur semakin maju,” ujarnya.
Antusiasme juga datang dari para pelaku UMKM binaan. Dono Setiawan, pelaku usaha ‘Sabun Noda Membandel Mas Dono’, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran gerai ini. “Dengan adanya gerai ini, produk kami lebih mudah dipasarkan dan dikenal luas. Ini sangat memotivasi kami untuk terus berkembang,” katanya.
Hal serupa disampaikan Agustini, pelaku usaha ‘Pempek Mama Atala’ . Ia menilai gerai ini membuka peluang besar bagi pelaku UMKM, khususnya ibu rumah tangga, untuk mengembangkan usaha. “Gerai ini sangat membantu promosi produk kami. Harapannya, UMKM Kundur bisa berkembang hingga ke pasar luar negeri,” ungkapnya.
Sementara itu, Hilda UMKM Binaan PT TIMAH dari Kampung Baru dengan brand Intan Payong menyebut kehadiran gerai UMKM ini memudahkan pelaku usaha dalam memasarkan produk secara lebih terorganisir. “Dengan wadah ini, produk kami lebih mudah dikenal. Terima kasih PT TIMAH atas dukungan yang telah diberikan,” ujarnya. (*)







