“Display kater ini menjadi media informasi yang menceritakan budaya masyarakat nelayan Belitung Timur. Pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga bisa memahami sejarah dan fungsi perahu kater sebagai identitas masyarakat pesisir,” ujarnya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Burung Mandi, Herkoles, mengatakan bantuan revitalisasi display kater memberikan dampak positif bagi pengembangan wisata di desa tersebut.
Menurutnya, display perahu kater yang dibangun sejak 2018 sebelumnya sudah mengalami kerusakan akibat faktor usia sehingga membutuhkan perbaikan.
“Display kater ini menjadi sarana bagi kami untuk menjelaskan kepada wisatawan tentang sejarah dan fungsi perahu kater sebagai ciri khas nelayan Burung Mandi. Kini tampilannya kembali menarik sehingga dapat mendukung kegiatan pemanduan wisata,” katanya.
Ia menjelaskan, Pantai Burung Mandi memiliki keunikan karena memadukan kekayaan kuliner laut dengan budaya nelayan. Salah satu ikon yang diangkat adalah ikan kerisi yang ditangkap menggunakan perahu kater, sehingga menjadi cerita menarik bagi wisatawan.
Herkoles juga menyampaikan apresiasi kepada PT TIMAH yang telah berkolaborasi bersama pemerintah daerah dalam mendukung revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark (UGGp) Tahun 2026.
“Kami sangat terbantu. Sebagai organisasi yang mengelola objek wisata, dukungan PT TIMAH menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan destinasi wisata berbasis geopark di Desa Burung Mandi,” tutupnya. (*)
(Sumber: www.timah.com)







