Menurut Al Musa, PT Timah konsisten terhadap permasalahan K3. Salah satu bentuk komitmennya ialah banyak tenaga kerja yang telah diikutsertakan dalam pelatihan K3.”PT Timah ini komitmen terhadap masalah K3. Banyak pelatihan pelatihan yang dilakukan dari 2016 sudah banyak tenaga kerja yang diikutsertakan dalam pelatihan seperti ini untuk mendapatkan sertifikasi K3, baik operator Crane, Forklif maupun alat berat, termasuk dulunya ada operator genset oleh PT Timah,” sebutnya
Kedepan, Ia berharap setelah mendapatkan sertifikasi, para karyawan PT Timah dapat mengoperasikan alat secara aman, memenuhi ketentuan di bidang K3, dan bisa mencapai nihil kecelakaan kerja dan perusahaan mendapatkan keuntungan dengan produktivitas karyawan.
Sementara itu, Departement Head Corporate Communication PT Timah Anggi Siahaan mengatakan, sertifikasi ini tidak hanya memastikan bahwa operator memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami pentingnya menjaga keselamatan diri dan rekan kerja selama beroperasi. Hal ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
“Kami menyadari bahwa pekerjaan yang melibatkan alat berat memiliki risiko yang tinggi. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh operator memahami teknik operasional yang benar dan aman, sekaligus mematuhi prosedur K3 yang ketat,” ucapnya. (*)
sumber www.timah.com






