“Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini, pihak sekolah dapat mengelola sampah plastik yang dihasilkan menjadi ecobrick sehingga sampah tidak hanya dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali,” katanya.
Selain mendukung upaya pengurangan sampah plastik, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi pengelolaan lingkungan perusahaan. Pengelolaan sampah sendiri merupakan salah satu aspek yang menjadi penilaian dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).
Sementara itu, Kepala SD Negeri 22 Mentok, Mulyo Suwarwoto, mengapresiasi inisiatif PT TIMAH yang menghadirkan edukasi pengelolaan sampah plastik bagi warga sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan Program Adiwiyata yang bertujuan membentuk sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
“Kegiatan ini sejalan dengan Program Adiwiyata yang mengintegrasikan wawasan pelestarian lingkungan ke dalam proses pembelajaran. Edukasi tentang pemanfaatan limbah, baik organik maupun nonorganik, sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan peserta didik,” ungkapnya. (*)







