Namun, tantangan terbesar tetap terletak pada infrastruktur kolam, yang telah digunakan selama lebih dari 15 tahun. Kondisi kolam yang memburuk dan sistem sirkulasi air yang kurang optimal sebelumnya telah menghambat produktivitas.
Perubahan signifikan terjadi setelah Mahendra menerima dukungan dari program kemitraan PT TIMAH, yang disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia. Bantuan tersebut digunakan untuk memperbaiki kolam-kolam budidaya, termasuk kolam besar yang sebelumnya mengalami kerusakan parah.
Perbaikan ini berdampak langsung pada peningkatan kapasitas produksi. Sebelumnya, Mahendra hanya mampu menebar 2.000 hingga 3.000 ekor ikan per kolam; kini, kapasitasnya meningkat hingga 10.000 ekor ikan. “Setelah perbaikan, pengelolaan air menjadi lebih mudah dan hasilnya pun meningkat,” katanya.
Selain peningkatan produksi, usaha Mahendra juga mulai menciptakan dampak sosial dengan menyediakan lapangan kerja bagi satu hingga dua orang di sekitar kolam.
Meskipun usahanya terus berkembang, Mahendra masih berharap untuk meningkatkan efisiensi, terutama dalam produksi pakan. Ia berharap mendapat dukungan untuk mesin pembuat pelet agar dapat memproduksi pakan secara mandiri dan mengurangi biaya operasional.
“Jika kita bisa memproduksi pakan sendiri, tentu akan lebih efisien dan membantu usaha berkembang lebih cepat,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh PT TIMAH dan berharap program serupa akan terus membantu para pemilik usaha kecil lainnya.
“Terima kasih kepada PT TIMAH atas dukungannya kepada para pengusaha seperti kami. Bantuan modal benar-benar telah membantu kami mengembangkan usaha kami. Kami berharap dukungan ini dapat terus berlanjut,” katanya. (*)







